Seorang nakal seperti aku, siapa tahu juga ada hati dan perasaan. Seorang yang rendah dan kerdil seperti aku, siapa tahu punya ketinggian ego dan kesombongan. Seperti aku ini, sesusuk patung yang tidak punya harga dan kosong...Seperti kata seorang teman, jikan kamu membeli sebiji coklat dikedai dengan harga 10 sen, kamu akan mendapat baki 5 sen dan seorang Arif :)....
Tidak dihormati, begini rasanya... Sakit yang halus, terus membunuh raja yang bertakhta, melatah ia dan hampir mati keperitan. Apalagi, yang menusuknya, adalah orang-orang yang berada di sekitar. Dengan hanya secubit garam, ia memasinkan seluruh lautan diriku, dan kesuraman merajai hidup... Kepedihan yang hampir sama, seperti dikhianati, malahan melebihi... Sangat sakit dan memeritkan. Kemasinan, yang sehingga aku tidak mampu mengingati bagaimana untuk terus tersenyum, bahkan lupa bagaimana untuk memaafkan, kembali menjadi kanak-kanak yang pendendam dan menuntut terlalu banyak hak. Oh, Allah..Tenteramkan jiwaku, bantu aku menghadapi duniamu, yang penuh kekejaman ini...
Tidak dihormati, begini rasanya... Sakit yang halus, terus membunuh raja yang bertakhta, melatah ia dan hampir mati keperitan. Apalagi, yang menusuknya, adalah orang-orang yang berada di sekitar. Dengan hanya secubit garam, ia memasinkan seluruh lautan diriku, dan kesuraman merajai hidup... Kepedihan yang hampir sama, seperti dikhianati, malahan melebihi... Sangat sakit dan memeritkan. Kemasinan, yang sehingga aku tidak mampu mengingati bagaimana untuk terus tersenyum, bahkan lupa bagaimana untuk memaafkan, kembali menjadi kanak-kanak yang pendendam dan menuntut terlalu banyak hak. Oh, Allah..Tenteramkan jiwaku, bantu aku menghadapi duniamu, yang penuh kekejaman ini...
Secubit garam itu, melenyapkan kemanisan segunung gula...:)
